Rabu, 14 Desember 2016


MAKALAH TEKNOLOGI PENDIDIKAN
MEDIA PEMBELAJARAN DAN CONTOH PENGGUNAANNYA
Dosen Pengampu : Roojil  Fadhillah




Disusun oleh :
Martsel Fathinnaufal               201408020003
Fahrunissa Ayu Azahra           20140820019


PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA
UNIVERSITAS MUAHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2016

Daftar isi







Kata Pengantar


Perkembangan dunia pendidikan dan teknologi saat ini berkembang sangat pesat seiring, perkembangan zaman dan kebutuhan manusia yang terus meningkat. Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan manusia tersebut maka lahirlah istilah inovasi pendidikan dalam dunia pendidikan dan pembelajaran yang sekarang ini kita kenal. Untuk dapat menemukan inovasi inovasi tersebut maka perlu bagi kita untuk mengetahui berbagai media pembelajaran yang ada dan mengerti cara penggunaannya sehingga dapat melahirkan inovasi-inovasi baru dalam penggunaan media pembelajaran yang lebih inovatif dari yang sebelumnya.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada dosen  mata kuliah psikologi pendidikan   yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk menyusun sebuah karya berupa makalah, berkat motivasi dari dosen dan kawan-kawan semua, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “proses belajar mengajar”  kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam makalah ini, sehingga kami senantiasa terbuka untuk menerima saran dan kritik pembaca demi penyempurnaan makalah berikutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan bisa  memberi perubahan kepada diri kita ke arah yang lebih baik.

Penyusun Makalah


Yogyakarta, 29 November 2016

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti ’tengah’, ’perantara’ atau ’pengantar’. Media merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Melalui media, proses pembelajaran bisa lebih menarik dan menyenangkan. Media pembelajaran dipergunakan untuk memudahkan dalam penyampaian materi kepada peserta didik. Peserta didik akan terbantu dalam memahami materi yang komplek. Pemanfaatan media juga berperan besar dalam memberikan pengalaman belajar peserta didik. Media pembelajaran merupakan perantara untuk menyampaikan pesan atau informasi yang sangat dibutuhkan dalam prosespembelajaran agar memudahkan guru dalam penyampaian materipembelajaran dan memudahkan siswa untuk menerima materi pembelajaran.

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan media visual dan bagaimana cara penggunaannya?
2.      Apa yang dimaksud dengan media audio dan bagaimana cara penggunaannya?

C.     Tujuan

1.      Untuk mengetahui apa itu media visual dan cara penggunaannya
2.      Untuk mengetahui apa itu media audio dan cara penggunaannya





BAB II
PEMBAHASAN

1.      Media visual (al-wasail al-bashariyah)
A.    Definisi Media Visual
Media Visual adalah media yang digunakan untuk memudahkan pembelajaran yang dapat dicerna dengan indra penglihatan.[1] Biasanya media ini di bagi ke dalam dua kelompok sesuai dengan penyajian dan penggunaannya, yaitu sebagai berikut;
a.       Gambar yang tidak diproyeksikan; gambar ini mencakup gambar photo, gambar faktual (peristiwa yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi) dan gambar fisik yaitu gambar yang dapat digunakan tanpa peralatan tayangan dan tanpa diperbesar pada transparan.[2] Seperti papan tulis, papan tempel/pengumuman, stick figures (gambar yang dibuat langsung oleh guru)
b.      Gambar yang diproyeksikan; gambar ini mencakup filmstrif, slide transparan, slide microskop. Gambar yang diproyeksikan menggunkan peralatan tayangan tertentu. Misalnya komputer dan LCD Projector, film dsb.[3]
B.     Fungsi Media Pembelajaran Visual
Levie dan Lentz (1982) dalam bukunya Azhar Arsyad mengemukakan 4 fungsi media pembelajaran visual, yaitu Fungsi atensi, Fungsi afektif, Fungsi kognitif, dan Fungsi kompensatoris.[4]
1.      Fungsi Atensi merupakan inti yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pengajaran. Sering kali pada awal pelajaran siswa tidak tertarik dengan materi pelajaran karena itu merupakan pelajaran yang tidak disenangi oleh mereka sehingga mereka tidak memperhatikan. Media gambar yang diproyeksikan dapat menenangkan dan mengarahkan perhatian mereka kepada pelajaran yang akan mereka terima. Dengan demikian untuk memperoleh dan mengingat isi pelajaran semakin besar.
2.      Fungsi Afektif, media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa.
3.      Fungsi Kognitif, media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual dapat memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
4.      Fungsi Kompensatoris, media pembelajaran visual terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.
C.     Jenis-jenis Media Pembelajaran Visual
Bentuk media pembelajaran visual yang dikenal dewasa ini, dari yang cukup sederhana sampai yang berteknologi tinggi, dari yang mudah dan sudah ada secara natural sampai kepada media yang harus dirancang sendiri oleh guru. Namun ada beberapa macam jenis media berbasis visual yang harus diterapkan karena dianggap paling tepat dalam proses kegiatan belajar mengajar, di antaranya yaitu:
a.      Gambar atau Foto
Diantara media pembelajaran, media gambar atau foto merupakan media yang paling umum dipakai, karena media tersebut merupakan media yang umum, yang mudah dinikmati dan dimengerti.
Gambar yang dimaksud di sini termasuk foto, gambar, sketsa, dan lain-lain. Tujuannya yaitu untuk memvisualisasikan konsep yang ingin disampaikan kepada siswa.[5]
b.      Chart atau Bagan
Bagan atau chart ialah suatu media pengajaran yang penyajiannya secara diagramatik dengan menggunakan lambang-lambang visual, untuk mendapatkan sejumlah informasi yang menunjukkan perkembangan ide, objek, lambang ditinjau dari sudut waktu dan ruang. Pesan yang akan disampaikan biasanya berupa ringkasan visual suatu proses, perkembangan atau hubungan-hubungan penting. Fungsinya yang pokok adalah untuk menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual.
c.       Grafik
Grafik merupakan gambar sederhana yang disusun menurut prinsip matematik, dengan menggunakan data berupa angka-angka. Grafik mengandung ide-ide, objek dan hal-hal yang dinyatakan dengan simbol dan disertai dengan keterangan-keterangan secara singkat.
Fungsi grafik adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan suatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara jelas dan singkat.[6]
d.      Peta dan Globe
Peta disebut juga kartogram, yang melukiskan keadaan hubungan dengan tempat kejadiannya. Pada dasarnya peta dan globe befungsi untuk menyajikan data-data lokasi. Secara khusus peta dan globe tersebut memberikan informasi tentang: keadaan permukaan bumi, tempat-tempat serta arah dan jarak, data-data budaya kemasyarakatan dan data-data ekonomi.
Peta dan globe berguna sekali bagi pendidik untuk menjelaskan pelajaran seperti sejarah dan ilmu bumi. Peta dapat juga dibuat bukan dalam bentuk gambar atau skema saja, tetapi dalam bentuk miniatur, itu dapat dibuat sendiri oleh siswa secara bersama-sama.[7]

D.    Metode pengajaran untuk media Visual
Metode diskusi adalah suatu kegiatan kelompok dalam memecahkan masalah untuk mengambil keputusan kesimpulan. Diskusi tidak sama dengan berdebat. Diskusi selalu diarahkan kepada pemecah masalah yang menimbulkan berbagai macam pendapat dan akhirnya diambil suatu kesimpulan yang dapat detrima oleh anggota dalam kelompoknya.


Contoh:
Anak dibagi dalam beberapa kelompok yang diberi gambar atau beberapa foto benda di sekitanya, setelah itu diberi tugas untuk mencari beberapa benda yang menjadi benda dikelas, setelah mendapatkan gambar tentang benda yang dikelas, setiap kelompok mendiskusikan benda tersebut dan di terjemahkan setelah itu dipersentasikan.

2.      Media Audio (al-wasail al-sam‘iyyah)
Media Audio  Segala sesuatu yang digunakan untuk memudahkan pembelajaran yang dapat dicerna dengan indra pendengaran. Misalnya adalah Bahasa, tape recorder, radio transistor, telivisi, laboratorium bahasa, rekaman audio, rekaman video digital dsg.[8]
Media audio berkaitan dengan indra pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambing-lambang auditif, baik verbal maupun non verbal. Ada beberapa jenis media yang dapat kita kelompokan ke dalam media audio antara lain adalah radio, alat perekam pita magnetic, piringan hitam, dana lboratorium bahasa.

Levie dan Lentz (1982) dalam bukunya Azhar Arsyad mengemukakan 4 fungsi media pembelajaran audio, yaitu Fungsi atensi, Fungsi afektif, Fungsi kognitif, dan Fungsi kompensatoris.[9]
1.      Fungsi Atensi merupakan inti yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna audio yang ditampilkan atau menyertai teks materi pengajaran. Sering kali pada awal pelajaran siswa tidak tertarik dengan materi pelajaran karena itu merupakan pelajaran yang tidak disenangi oleh mereka sehingga mereka tidak memperhatikan. Media gambar yang diproyeksikan dapat menenangkan dan mengarahkan perhatian mereka kepada pelajaran yang akan mereka terima. Dengan demikian untuk memperoleh dan mengingat isi pelajaran semakin besar.
2.      Fungsi Afektif, media audio dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (membaca) teks yang bergambar.
3.      Fungsi Kognitif, media audio terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang audio dapat memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
4.      Fungsi Kompensatoris, media pembelajaran audio terlihat dari hasil penelitian bahwa media audio yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.
Untuk dapat menggunakan perangkat audio sebagai media pembelajaran, maka ada baiknya mengenal peralatan audio tersebut, terutama peralatan yang mampu merekam suara. Di antaranya adalah:
Phonograph (Gramaphone)
Alat rekam ini menggunakan cakram datar yang disebut gramafon (gramaphone), yang kemudian dikenal dengan nama piringan hitam (record), yang telah berkali-kali mengalami perkembangan pembuatannya. Piringan hitam ini, mampu merekam berbagai macam suara mulai dari ucapan katakata, suara badai, kicau burung, music simponi dan lain-lain.hanya saja piringannya mudah tergores dan aus serta diameternya yang besar. Alat ini cocok digunakan untuk music, drama, puisi, dongeng, tutur cerita dan lainlain.
Open Reel Tapes
Kelebihan program audio yang menggunakan pita Open Reel Tape Recorder ialah kualitas suaranya lebih bagus dibandingkan dengan pita kaset. Open Reel Tape Recorder ini, ada yang menggunakan sestem full track (mono) dan yang menggunakan sistem stereo. Namun pada umumnya programprogram audio diperbanyak dalam bentuk mono.


Cassette Tape Recorder
Perekam kaset audio ini adalah yang paling popular dalam masyarakat. Untuk berbagai keperluan maka dibuat pita kaset dalam beberapa kualitas, yaitu dari yang paling rendah, normal dan metal. Namun umumnya program audio (untuk pendidikan), dibuat di atas pita kaset normal.
Compact Disc (CD)
Inovasi secara revolusioner di dunia audio rekam terjadi pada tahun 1979, yakni ahirnya compact disc (CD) sebagai hasil percampuran computer dan tenaga laser. Compact Disc atau cakram padat adalah sebuah piringan optical yang digunakan untuk menyimpan data secara digital. Teknologi cakram padat kemudian diadopsi untuk digunakan sebagai alat penyimpan data yang dikenal sebagai CD-ROM.
Radio
Radio adalah satu alat komunikasi elekro magnetic untuk mengirim dan menerima pesan suara dengan menggunakan sistem gelombang suara melalui udara. Pemancar radio mengubah, atau melakukan modulasi gelombang radio agar dapat menyampaikan informasi. Dalam dunia pendidikan, hingga kini radio masih digunakan sebagai media pembelajaran, khususnya untuk program pembelajaran jarak jauh. Penggunaan radio sebagai media pendidikan tidak perlu diragukan lagi peranannya, hal ini disebabkan karena radio memiliki daya jangkauan yang luas. Secara umum, media audio memiliki kelebihan dan keterbatasan. Kelebihannya: fleksibel, relative murah, ringkas, mudah dibawa (portable). Sedangkan keterbatasannya: memerlukan peralatan khusus, memerlukan kemampuan/ketrampilan khusus untuk pemanfaatannya.

Metode pembelajaran media audio adalah Metode proyek (unit) adalah suatu metode mengajar di mana bahan pelajaran diorganisasikan sedemikian rupa sehingga merupakan suatu keseluruhan atau kesatuan bulat yang bermakna dan mengandung suatu pokok masalah.
Cara mengajar dengan menggunakan metode unit melalui langkah mengungkapkan kembali / recitation. Langkah embuat para pelajar mempertanggungjawabkan atau menyajikan hasil yang diperolehnya. Laporan pertanggungjawaban ini dapat dilakukan dengan lisan maupun tertulis atau kedua-duanya (lisan dan tulisan).
Contoh :
Tugas untuk individu
Anak didengarkan lagu dari media cd radio tetang lagu bahasa Arab
Langkah pertama lagu didengarkan secara utuh bersama liriknya, langkah kedua didengarkan kembali lagu tersebut tapi tidak ada liriknya, setelah itu anak di tugaskan kembali utuk mengisi lirik lagu yang ada di lagu tersebut.





BAB III
KESIMPULAN

-          Media visual (al-wasail al-bashariyah)
Fungsi media visual, yaitu: Fungsi atensi, Fungsi afektif, Fungsi kognitif, dan Fungsi kompensatoris.
Jenis-jenis Media Pembelajaran Visual: Gambar atau Foto, Chart atau Bagan, Grafik, Peta dan Globe.
Metode pengajaran untuk media Visual adalah Metode diskusi adalah suatu kegiatan kelompok dalam memecahkan masalah untuk mengambil keputusan kesimpulan.
-          Media Audio (al-wasail al-sam‘iyyah)
Fungsi Media Pembelajaran Audio yaitu Fungsi atensi, Fungsi afektif, Fungsi kognitif, dan Fungsi kompensatoris.
Jenis-jenis Media Audio: Phonograph (Gramaphone), Open Reel Tapes, Cassette Tape Recorder, Compact Disc (CD), Radio.
Metode pembelajaran media audio adalah Metode proyek (unit) adalah suatu metode mengajar di mana bahan pelajaran diorganisasikan sedemikian rupa sehingga merupakan suatu keseluruhan atau kesatuan bulat yang bermakna dan mengandung suatu pokok masalah.
Setiap guru sebelum menyampaikan materi dengan media visual atau dengan media audio selalu memperhatikan Usahakan media visual atau audio  itu sederhana, Visual atau audio digunakan untuk menekankan informasi sasaran (yang terdapat teks) sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.




DAFTAR PUSTAKA


Aziz Fachrurrozi. dkk,. 2012.  Strategi Pembelajaran Bahasa Arab. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Arsyad, Azhar. 2005. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Asnawir dan Usman. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat Pers.
Setyosari, Punaji & Sihkabuden. 2005. Media Pembelajaran. Penerbit Elang Mas.
Malang

Sadiman, Dkk.,. 2006. Media Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Ahmadi, Abu dan Joko Tri Prasetya. 1997. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Pustaka Setia.



[1] Aziz Fachrurrozi. dkk, Strategi Pembelajaran Bahasa Arab (Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2012) hlm 102
[2] Ibid., hlm. 102
[3] Ibid., hlm. 102
[4] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005), 17
[5] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005), 113
[6] Asnawir dan Usman. Media Pembelajaran (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hlm 40
[7] Sadiman Dkk., Media Pendidikan (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006),48
[8] Aziz Fachrurrozi. dkk, Strategi Pembelajaran Bahasa Arab (Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2012) hlm 101
[9] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005), 17

0 komentar:

Posting Komentar